Desember selalu punya rasa yang khas. Ada aroma kue yang baru keluar dari oven, kerlap-kerlip lampu di sudut ruang tamu, hingga notifikasi grup WhatsApp keluarga yang mulai ramai membahas menu makan malam.
Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, Bont and Friends ingin mengajak teman-teman berhenti sejenak lewat album terbaru kami: “Namanya juga Natal”.
Album berisi 5 lagu ini bukan sekadar kumpulan lagu rohani biasa. Sebuah perjalanan rasa—dari meja makan yang penuh tawa, hingga ke palungan sunyi tempat Sang Raja dilahirkan.
Mungkin Anda bertanya, kenapa judul albumnya “Namanya juga Natal”?
Lagu utama dengan judul yang sama ini lahir dari observasi yang jujur dan sedikit menggelitik tentang cara kita merayakan Natal di Indonesia. Coba dengar liriknya: ada nastar, kastengel, klappertaart, pempek, sampai menu “B2” yang legendaris. Kami ingin mengangkat sisi “manusiawi” dari perayaan ini. Bahwa Natal itu identik dengan kumpul keluarga, makan enak, foto-foto, tapi juga realita lain yang tak kalah sering terjadi: dompet menipis alias “bokek”!
Tapi, justru di situlah poinnya. Lagu ini mengingatkan kita, entah saat kita sedang berkelimpahan di meja makan atau sedang pas-pasan, sukacita Natal tidak boleh hilang. Kenapa? Karena:
“Natal ada karena Yesus. Lahir jadi manusia, Dia rela supaya kita diselamatkan.”
Dari Meja Makan Menuju Palungan
Jika lagu “Namanya juga Natal” mewakili kemeriahan perayaan kita, empat lagu lainnya dalam album ini mengajak kita masuk lebih dalam ke ruang penyembahan.
Di lagu “Christmas is Coming”, kita diajak membangun antusiasme menyambut kabar baik. Lalu lewat “Sembah Puji Dia”, ada sentuhan nostalgia masa kecil yang membawa kita kembali merenungkan betapa sederhananya kedatangan Sang Juruselamat, namun betapa besar dampaknya bagi dunia.
Puncak teologis album ini ada pada lagu “Kasih-Mu sungguh Besar”. Lagu ini adalah respon hati kami saat menyadari bahwa Tuhan tidak memandang hina manusia. Dia rela mengambil rupa sebagai manusia, lahir lewat rahim seorang wanita, demi satu misi agung: penyelamatan.
Membawa Bekal untuk Masa Depan
Sebagai penutup perjalanan ini, lagu “So This is Christmas Time” hadir sebagai refleksi. Saat dekorasi diturunkan dan pesta usai, apa yang tersisa?
Kami ingin album ini menjadi pengingat bahwa Natal bukan garis finish. Justru, Natal adalah momen kita mengisi ulang bekal untuk melangkah ke masa depan dengan Iman, Pengharapan, dan Kasih.
Harapan Kami
Melalui album “Namanya juga Natal”, kami di Bont and Friends berharap lagu-lagu ini bisa menjadi teman bagi kalian semua.
Mungkin lagu ini akan diputar saat kalian sedang macet-macetan mudik, saat sedang sibuk membuat kue, atau saat sedang teduh sendirian di kamar. Di mana pun itu, biarlah pesan utamanya tersampaikan: Yesuslah alasan kita bersukacita.
Selamat mendengarkan, dan selamat merayakan Natal yang sesungguhnya!
Spotify: https://open.spotify.com/album/4PGMFTpmZdCRPOM8bWMbgM?si=AezKqHoSQq6IQU8ZBB71ew
YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=RRcKVk461oo&list=PL0-LkDpAdYl1jweQEyBcWg4c8V5lJo7v9




